Cara Allah Berbicara

Tinggalkan komentar

Bacaan Hari ini:
2 Timotius 3:16-17 “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik.”

Pertama dan terpenting, Allah berbicara kepada kita melalui Firman-Nya.
Kita diberitahu dalam Mazmur 119:105, “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.”

Tak perlu dibantah lagi, Allah tidak akan membawa kita ke arah yang bertentangan dengan Firman-Nya.
Kita diingatkan dalam 2 Timotius 3:16, “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” Maka, bukalah Firman Tuhan.
Habiskanlah waktu di dalam Firman Tuhan.
Percayalah pada Firman Tuhan, dan Anda akan mengetahui kehendak Allah yang diwahyukan kepada Anda.

Saya bukan seseorang yang mengangkat Alkitab saya tinggi-tinggi dan berkata, “Tuhan, saat ini aku tidak mengetahui kehendak-Mu, tetapi jika itu adalah kehendak-Mu, apa pun itu, kiranya angin meniupkan halaman Alkitab ini dan memperlihatkanku satu ayat.” Tahukah Anda, cara ini ada di luar konteks Alkitab.
Sebab kita perlu mendalami setiap kitab dalam Alkitab.
Kita membutuhkan seluruh nasihat Allah.

Saya sering mendapati ada kalanya ketika saya membaca Alkitab, saya cenderung mengetahui pikiran dan hati Allah, ketika satu keputusan tengah terpampang di hadapan saya.
Ini semacam keputusan yang instan, karena saya kebetulan membaca ayat ini di hari itu.
Jadi, saya akan menerapkan ayat-ayat yang saya baca di hari itu untuk membuat satu keputusan.
Di lain waktu, saya mendapati bahwa ayat-ayat tertentu tampaknya melompat keluar dari halaman Alkitab dan memberikan saya penghiburan, kenyamanan, kejelasan, dan tujuan akan suatu hal.

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 10-12; Lukas 9:37-62

Itulah sebabnya kita perlu menghabiskan waktu membaca Firman Tuhan dan mempelajarinya dengan sangat teliti, karena Tuhan akan menunjukkan kepada kita apa yang Dia ingin kita lakukan. (Diterjemahkan dari Daily Devotion by Greg Laurie)
Sent from my BlackBerry®

Jalan Buntu dan Penyelamatan Tuhan

Tinggalkan komentar

Bacaan Hari ini:
Markus 9:23 “Jawab Yesus: ‘Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!’”

Allah akan membangun iman Anda dengan menanamkan sebuah impian di dalam diri Anda. Namun impian tersebut akan memerlukan sebuah keputusan iman.
Dan setelah Anda membuatnya, barulah Dia kemudian akan merentangkan iman Anda saat menghadapi penundaan, kesulitan, dan jalan buntu.

Pada saat itulah Allah datang dan membebaskan.
Dia membuat mukjizat.
Dia memberikan solusi.
Sebagai contoh:
Dalam kasus Musa, Allah membelah Laut Merah.
Dalam kasus Abraham, Sarah secara ajaib mengandung seorang anak.
Dalam kasus Yusuf, tiba-tiba impiannya menjadi kenyataan, dan dia mendapati dirinya tidak lagi di kurung di dalam penjara bawah tanah, tetapi menjadi penguasa atas seluruh Tanah Mesir.

Dan Yesus pun bangkit!
Allah bahkan dapat mengubah penyaliban menjadi kebangkitan, dan itu membuktikan bahwa Dia memiliki kuasa untuk mengubah kebuntuan Anda menjadi penyelamatan.
Dia membangun iman Anda melalui penundaan, kesulitan, dan jalan buntu, supaya ketika Dia membebaskan Anda, hanya Allahlah yang dipuji.

Ketika dihadapkan pada jalan buntu, respon yang paling baik adalah dengan menantikan Allah bertindak. Saat ini, apa yang Anda harapkan untuk Allah perbuat dalam hidup Anda? Yesus berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu” (Matius 9:29 b)

Bila Anda menunggu karya penyelamatan-Nya, maka Allahlah yang patut dipuji.
Dan Anda dapat menoleh ke belakang untuk melihat bagaimana Dia telah menuntun Anda melalui jalan iman, dengan memperluas dan meningkatkan kepercayaan Anda kepada-Nya dalam setiap langkah hidup Anda.
Iman Anda kini lebih kuat, dan Anda dapat menyerukannya dengan penuh percaya diri, “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!” (Mazmur 27:13)

Renungkan hal ini:
- Bagaimana Anda melihat karya Allah yang telah menyelamatkan Anda, atau teman Anda, atau anggota keluarga Anda dari penundaan atau kesulitan, ketika mengejar sebuah impian?

- Apa harapan besar Anda atas apa yang Alllah mau Anda lakukan?

Bacaan Alkitab Setahun :
2 Samuel 1-2; Lukas 14:1-24

Bila Anda menunggu karya penyelamatan-Nya, maka Allahlah yang patut dipuji. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sent from my BlackBerry®

Jalan Buntu Adalah Bagian dari Rencana Allah

Tinggalkan komentar

Bacaan Hari ini:
2 Korintus 1:8b-9 “Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati.”

Ketika pengejaran mimpi Anda bertambah buruk, dari sulit berubah menjadi mustahil, ketika keadaan Anda tampak seperti tidak ada pengharapan selamat! Anda termasuk satu dari sekian banyak orang.

Paulus bahkan pernah menghadapi jalan buntu: “Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati” (2 Korintus 1 :8-9)

Jika Allah bisa membangkitkan orang yang mati secara fisik, maka Dia juga bisa membangkitkan orang yang mati secara emosi. Dia bisa membangkitkan pernikahan yang mati.
Dia bisa membangkitkan karir yang mati.
Dia bisa membangkitkan Anda dari masalah kesehatan.
Jika Allah bisa membangkitkan orang mati, maka Dia juga bisa melakukan apa pun.

Dalam kasus Abraham, Allah berkata, “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa,” tapi kemudian Abraham harus menunggu hingga usia 99 tahun sebelum memiliki anak pertamanya. Alkitab menunjukkan bahwa situasi Abraham berubah dari sulit menjadi mustahil. Dia melihat tubuhnya dan berkata, “Tidak mungkin!”
Lalu ia melihat istrinya dan berkata, “Sangat tidak mungkin.”

Namun Sarah pun akhirnya mengandung, dan mereka tertawa karenanya. Maka, ketika bayi mereka lahir, mereka menamainya Ishak, yang berarti “tertawa”.

Allah sering membiarkan masalah berubah menjadi kemustahilan. Para murid berencana untuk mengikuti Yesus.
Mereka berpikir bahwa Dialah Sang Mesias, tapi selanjutnya yang mereka tahu ialah Yesus tergantung di kayu salib, sekarat. Apakah itu merupakan jalan buntu bagi para murid?
Selama tiga hari keadaannya memang terlihat bagai jalan buntu, namun kemudian Yesus bangkit dari kematian.

Ketika Anda menghadapi jalan buntu, Anda mungkin mulai bertanya, “Apa yang sedang terjadi, Tuhan? Apakah aku telah melewatkan kehendak-Mu? Rencana-Mu? Apakah aku telah melewatkan wahyu-Mu?” Perlu diingat bahwa jalan buntu adalah bagian dari rencana Allah bagi Anda.

Apa reaksi terbaik dalam menghadapi jalan buntu?
“Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi” (2 Korintus 1:10)

Renungkan hal ini:

- Pernahkah Anda melewatkan wahyu Allah karena Anda berpikir jika Dia telah meninggalkan Anda (ketika masalah Anda tampak mustahil)?

- Mintalah Allah untuk membantu Anda membangun kepercayaan Anda terhadap-Nya dan janji penyelamatan-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 27-29; Lukas 13:1-22

Allah sering membiarkan masalah berubah menjadi kemustahilan dan jalan buntu adalah bagian dari rencana Allah bagi Anda. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sent from my BlackBerry®

Kesulitan Saat Penundaan Tuhan

Tinggalkan komentar

Bacaan Hari ini:
1 Petrus 1:6-7 “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.”

Untuk membangun iman Anda, Tuhan akan memberikan Anda sebuah impian. Kemudian, Dia akan mendorong Anda untuk membuat keputusan.
Tapi kemudian Dia akan mengizinkan penundaan terjadi, sebab di dalam penundaan, Dia mendewasakan dan mempersiapkan Anda untuk apa yang akan datang.

Sejujurnya, Anda akan mengalami kesulitan ketika Tuhan memberikan penundaan.
Ini bukan karena Dia tidak peduli dengan Anda atau karena Dia lupa dengan pergumulan Anda, tapi semata karena ini adalah salah satu cara Dia mendorong Anda menuju ke dasar iman Anda.

Ketika Tuhan menunda jawaban-Nya, Anda akan menghadapi dua jenis kesulitan: keadaan dan kritikan. Mereka adalah bagian yang alami dari kehidupan.
Tuhan merancang cara ini sebab Dia tahu bahwa kita tumbuh lebih kuat ketika menghadapi kesulitan dan pencobaan.

Ketika Musa memimpin umat Israel keluar dari Mesir melalui padang gurun menuju Tanah Perjanjian, masalah datang silih berganti. Pertama tidak ada air.
Lalu tidak ada makanan.
Lalu ada sekelompok pengeluh.
Lalu ada ular berbisa.
Musa berusaha melakukan apa yang Tuhan ingin dia lakukan, tapi dia masih memiliki banyak masalah.

Daud adalah seorang raja yang diurapi, dan kemudian beberapa tahun berikutnya, ia diburu oleh Saul.
Yusuf bermimpi menjadi penguasa, namun ia dijual sebagai budak dan dijebloskan ke penjara atas tuduhan palsu dan hidup merana. Bayangkan kesulitan yang dihadapi Nuh ketika membangun kebun binatang terapung.

Alkitab mengatakan bahwa ketika Musa tiada, Yosua diangkat sebagai pemimpin baru.
Musa memimpin orang-orang ini melintasi padang pasir, dan kemudian Yosua memimpin mereka ke Tanah Perjanjian. Apakah Yosua mendapat bagian yang mudah?
Alkitab mengatakan bahwa ketika orang Israel memasuki Tanah Perjanjian, ada orang-orang raksasa di tanah itu. Bahkan di Tanah Perjanjian pun ada banyak masalah.

Tuhan melakukan ini sebab Dia tengah membangun iman dan karakter kita.
Ketika kita akhirnya datang ke sebuah tempat di mana kesulitan menjadi tambah buruk, di mana kita telah mencapai batas kita, di mana kita sudah mencoba segalanya dan telah memakai semua pilihan yang tersedia, itulah saatnya Tuhan memulai karya-Nya yang ajaib melalui kita: “Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan. Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya” (1 Petrus 1:6-7)

Renungkan hal ini:

- Apa keadaan-keadaan yang telah Tuhan berikan dan berkenan untuk Anda lalui, yang paling membuat iman Anda bertumbuh?

- Apa pendapat Anda tentang memandang kritikan sebagai cara Tuhan menumbuhkan iman Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 27-29; Lukas 13:1-22

Dia akan mengizinkan penundaan terjadi, sebab di dalam penundaan, Dia mendewasakan dan mempersiapkan Anda untuk apa yang akan datang. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sent from my BlackBerry®

Ketika Tuhan Menunda

Tinggalkan komentar

Bacaan Hari ini:
Habakuk 2:3 “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh.”

Meskipun saat Anda membuat keputusan untuk mengikuti impian yang Tuhan tempatkan di hati Anda, ada kemungkinan Anda mengalami penundaan.
Dia tidak segera memenuhi impian Anda, sebab ini adalah langkah lain dalam membangun iman Anda.

Dalam Habakuk 2, TUHAN berkata, “Sebab penglihatan itu masih menanti saatnya, tetapi ia bersegera menuju kesudahannya dengan tidak menipu; apabila berlambat-lambat, nantikanlah itu, sebab itu sungguh-sungguh akan datang dan tidak akan bertangguh” (Habakuk 2:3)

Ketika penundaan datang menghadang impian Anda, kemungkinan besar, Anda akan akan mulai bertanya, “Kapan, Tuhan? Kapan Engkau akan menjawab doaku?”

Dan kita benci menunggu.
Kita tidak suka menunggu giliran di klinik, terjebak macet, menunggu makanan di restoran, menunggu hadiah Natal, atau menunggu banyak hal lain.
Tapi dari ke semuanya itu, apa yang paling kita benci adalah menunggu jawaban Tuhan.

Kita semua harus melalui masa-masa menunggu.
Bahkan, Yesus pun menunggu selama 30 tahun di toko seorang tukang kayu, sebelum keluar menjalankan misi pelayanan-Nya.

Mengapa kita harus menunggu?
Menunggu mengajarkan kita untuk percaya pada-Nya.
Kita belajar bahwa waktu Tuhan itu sempurna.
Dan kita harus belajar salah satu kebenaran : penundaan Tuhan tidak pernah menghancurkan rancangan-Nya.

Penundaan bukanlah penolakan.
Anak-anak harus belajar perbedaan antara “tidak” dan “belum”, dan demikian juga dengan kita.
Seringkali kita pikir Tuhan berkata, “Tidak,” tapi sebenarnya Dia hanya berkata, “Belum.”

Renungkan hal ini:

- Apakah Anda pernah menyerah dari impian Anda karena adanya penundaan?

- Dari titik ini, bagaimana Anda akan merespon waktu Tuhan saat Anda mengejar impian Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 25-26; Lukas 12:32-59

Kita belajar bahwa waktu Tuhan itu sempurna, penundaan Tuhan tidak pernah menghancurkan rancangan-Nya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sent from my BlackBerry®

Mengambil Keputusan : Gunakan Otot Iman

Tinggalkan komentar

Bacaan Hari ini:
Yakobus 1:6,8 “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya.”

Setelah Tuhan memberikan Anda impian, maka langkah berikutnya untuk bertumbuh dalam iman adalah keputusan. Allah menantang Anda untuk berusaha mewujudkan impian Anda.

Tidak akan terjadi apa pun pada impian Anda, sampai Anda bangun dan berusaha mewujudkannya. Anda harus membuat keputusan untuk melakukannya.
Dari setiap 10 pemimpi di dunia ini, hanya ada satu orang pengambil keputusan.
Banyak orang yang mempunyai mimpi, tetapi mereka tidak pernah sampai pada langkah ke-2 mengambil keputusan untuk percaya kepada Allah dan mengikuti impian mereka.

Yakobus berkata, “Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya” (Yakobus 1:6,8)

Iman adalah sebuah kata kerja.
Ia aktif, tidak pasif.
Ia sesuatu yang Anda lakukan.
Pengambilan keputusan adalah kegiatan membangun iman.
Anda menggunakan otot iman Anda.

Pengambilan keputusan yang berdasarkan iman terdiri dari dua hal:

Anda harus memutuskan untuk menginvestasikan waktu, uang, reputasi, dan tenaga Anda. Anda mempertaruhkan hidup Anda ; Anda mengambil risiko.
Anda berseru, “Bapa, Engkau telah memintaku melakukan ini, aku akan setia melakukannya!”

Anda harus melepaskan zona nyaman Anda.
Anda tidak bisa bertumbuh dalam iman dan sekaligus berpegang pada masa lalu Anda. Anda harus bergerak maju.
Musa harus melepaskan posisinya di kerajaan Firaun untuk melakukan kehendak Allah.
Nehemia melepaskan pekerjaan yang nyaman untuk pergi membangun tembok yang mengelilingi Yerusalem. Ibaratnya, jika Anda ingin berjalan di atas air, Anda harus keluar dari perahu.

Renungkan hal ini:

- Apa langkah yang akan Anda ambil hari ini untuk mewujudkan impian yang telah Allah berikan?

- Apa yang harus Anda lepaskan agar dapat melangkah maju mengejar impian Anda?

Bacaan Alkitab Setahun :
1 Samuel 22-24; Lukas 12:1-31

Allah membawa Anda pada satu titik keputusan, supaya iman Anda dapat makin bertumbuh saat Anda bergerak menuju impian yang telah Allah berikan. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Sent from my BlackBerry®

Kedewasaan adalah Sebuah Proses

Tinggalkan komentar

Bacaan Hari ini:
Kolose 3:10 “dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.”

Setiap hari Yesus ingin Anda menjadi semakin seperti Dia: “…dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.” (Kolose 3:10)

Saat ini kita terobsesi dengan kecepatan, tetapi Allah lebih tertarik dengan kekuatan dan stabilitas ketimbang kecepatan.
Kita cenderung menginginkan perbaikan secara cepat, jalan pintas, atau solusi yang tepat sasaran.
Kita ingin segera menyelesaikan semua masalah, menjauhi semua godaan, dan bebas dari kelemahan fisik.

Namun selagi kita mempersiapkan diri menyambut Hari Penggenapan, kita sadar bahwa pertumbuhan nyata dan perubahan kekal akan datang, ketika kita tetap fokus pada tujuan kita dari hari ke hari.

Kedewasaan iman yang sejati tidak pernah merupakan suatu hasil dari pengalaman tunggal, tidak peduli seberapa kuat dan berpengaruhnya pengalaman itu.
Pertumbuhan iman berkembang secara bertahap, namun saat kita tekun melakukannya, “Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar.” (2 Korintus 3:18)

Bacaan Alkitab Setahun :
Daniel 4-6; Filemon 1

Proses menuju kedewasaan itu membutuhkan kemauan untuk dibentuk, dan kalau kita taat maka kita akan terus bertumbuh dalam kasih-Nya. (Diterjemahkan dari Daily Devotional by Rick Warren)
Handoyo Ridhwan

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.