Bacaan Hari ini :
Mazmur 16:11 “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”

Tujuan utama menghabiskan waktu dengan Allah adalah untuk berkomunikasi dengan-Nya.
Manusia diciptakan untuk berhubungan dengan Allah (Pengkhotbah 3:11) jadi disamping untuk memiliki sukacita yang penuh dan menjadi apa yang Allah inginkan, manusia perlu mempererat hubungan itu.
Perbedaan cara melakukannya akan membuat ibadah kita menjadi berarti, mendatangkan kebaikan dan benar-benar menjadi waktu yang berguna.

Yakobus 4:8 berkata, “Mendekatlah kepada Allah, dan Ia akan mendekat kepadamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!”

Alasan mengapa kita harus memiliki waktu dengan Allah adalah karena Allah memintanya.
Dia meletakkan tanggung jawab agar hal pertama yang kita lakukan adalah untuk mencari-Nya dan mendekat kepada-Nya.
Dia ingin kita membutuhkan-Nya, jadi Dia menunggu kita membuka tangan dan berharap bahwa kita akan datang kepada-Nya.
Janji buat kita ialah kepastian jika kita dekat kepada-Nya maka Dia akan ada buat kita.

Dia tidak ingin menjauh, Dia tidak ingin melukai kita, Dia tidak ingin mengabaikan kita! Dia tidak ingin meninggalkan kita dan Dia akan mendengar kita.
Dia adalah teman dan Bapa yang sempurna, Dia selalu memiliki waktu saat kita membutuhkan-Nya.
Disamping itu, Dia juga memiliki kekuatan untuk membawa perubahan, memindahkan gunung dan mempengaruhi hidup kita sekarang dan yang akan datang.
Ini adalah suatu keistimewaan menjadi anak Allah yang dapat mendekat ke Penguasa dunia dan bergerak untuk memperoleh kebutuhan kita.
Saat kita menyadari jika kehidupan itu mengenai hubungan dengan Allah, kita akan memberikan waktu terbaik kita untuk beribadah.
Jika kita mulai berpikir bahwa kehidupan itu tentang mengerjakan segala hal untuk Tuhan dari pada menikmati Allah yang mengerjakan pekerjaan-Nya melalui kita, kita tidak akan kehilangan sukacita dan cinta mula-mula kita (Wahyu 2:4). Hidup yang kekal yakni mengenal Allah (Yohanes 17:3).
Hidup kekal dan berkelimpahan ( Yohanes 10:10) dapat mempererat hubungan seseorang dengan Allah lewat Yesus Kristus.

Itulah apa yang rindukan oleh hati kita, dan jika kita mulai menggantikan Allah dengan aktivitas untuk Allah atau berhala yang lain, kita akan kehilangan sukacita dan merasa mengapa Allah sangat jauh dengan kita.

Keindahan dari berjalan intim dengan Allah adalah kita dapat mengetahui keinginan-Nya (1 Kor 2:16), sukacita kita menjadi penuh (Yoh 15:11) dan kita dapat mengharapkan doa kita untuk dijawab (Yoh 15:7).

Ada ketenangan, keamanan dan kepastian saat kita dekat dengan hati Allah.
Tapi kita harus mengambil waktu untuk menghabiskannya dengan Allah untuk mendengarkan-Nya, belajar dari-Nya dan mengasihi-Nya.

Waktu saat teduh yang produktif adalah satu kondisi dimana kita menemukan hati Allah lewat firman-Nya.
Kita membaca, mempelajari dan merenungkannya dimana Roh kudus mampu memberi kita hikmat yang berfokus kepada makna dan kerinduan-Nya bagi kehidupan kita.

Alkitab bukanlah alat untuk mendapat data atau informasi belaka, tapi suatu bahasa yang menunjukkan kasih Allah yang berfokus pada kita dan untuk kita.
Alkitab lebih dari suratan dalam suatu lembaran, tapi menjadi tulisan tangan Allah untuk tentang kasih-Nya dan tujuannya buat kita.
Saat kita membaca firman-Nya kita dapat melihat hati Allah dan bagaimana Ia ingin hati kita (Yakobus 1:25) hingga ibadah itu menjadi berarti dan berguna.

Kebaktian juga melibatkan waktu untuk berdoa.
Kita mendengarkan Allah lewat firman-Nya, dan kemudian kita berbicara dengan Allah melalui doa.
Sangat penting bagi kita untuk membuka hati kita seluruhnya sebelum Allah, khususnya saat dia melihatnya dan untuk apa pun itu.
Sangat menyedihkan jika kita tidak mengekspresikan kerinduan kita saat Allah mengetahuinya.

Kita seharusnya membuang rasa takut dan peduli kepada Allah (1 Petrus 5:7), kita mengungkapkan kebutuhan kita kepadaNya, dan berdoa untuk hal-hal yang Allah katakan untuk didoakan, seperti datanglah kerajaan-Nya dan terjadi dalam segala bidang yang dapat mempengaruhi dunia.

Kita rindu melihat nama-Nya ditinggikan dalam roh dan kebenaran.
Saat hati kita terpesona, itulah saatnya kita berdoa untuk orang lain agar mereka juga mengetahuinya.

Mazmur 16:11 berkata, “Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.”

Kita diciptakan oleh Allah, jadi mari kita menghabiskan saat teduh dengan Allah untuk mendengar dari-Nya, mengenal-Nya, menikmati-Nya, belajar dari-Nya dan mendengarkannya.
Hanya dia yang memberi kita kekuatan dan menemukan kebutuhan yang utama kita, jadi mari kita semakin dekat dengannya, mulai dari hari ini.

Bacaan Alkitab Setahun :
Ulangan 26-27; Markus 14:54-72

Luangkan waktu saat teduh Anda dalam sehari bersama Tuhan dan rasakan hadirat-Nya memenuhi hati dan hidup Anda. (Diterjemahkan dari Daily Devotion by Brent Barnett)

About these ads